Ada Apa Dengan 25 Desember ?

Ada Apa Dengan 25 Desember ?
tanggal : 16/12/2005

al-islahonline.com : Bila diajukan sebuah pertanyaan kepada umat Kristiani : Ada apa pada tanggal 25 Desember ???

Hampir dapat dipastikan seluruh umat Kristiani akan menjawab : Itu adalah hari kelahiran Yesus Kristus.

Memang demikianlah bagi iman umat Kristiani, tanggal 25 Desember diyakini sebagai hari kelahiran Yesus, pada tanggal 25 Desember mereka juga menjadikan hari raya keagamaan yang dikenal dengan hari raya Natal.

Namun benarkah Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember, karena ayat-ayat dalam Bible (Kitab suci umat Kristen) mengisyaratkan bahwa Yesus lahir antara bulan Mei hingga September. Al-Qur?an juga mengisyaratkan demikian, nabi Isa as bukan lahir pada bulan Desember yang berhawa dingin dan bersalju, tetapi nabi Isa as lahir pada musim kemarau.

Bila ditelusuri lebih jauh, ternyata tanggal 25 Desember merupakan tanggal keramat bagi kebanyakan orang-orang Pagan (penyembah berhala), diantaranya adalah orang-orang yang menyembah matahari (dewa matahari), konon mereka meyakini bahwa dewa matahari lahir pada tanggal 25 Desember, dan bila ditelusuri lebih jauh lagi, banyak orang-orang pagan yang mempunyai sesembahan yang lahir pada tanggal 25 Desember.

Bila Bible dan al-Qur?an mengisyaratkan bahwa Yesus/nabi Isa as lahir bukan pada tanggal 25 Desember, maka memaksakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus, akan melahirkan pertanyaan ?mengapa hari kelahiran Yesus harus dipaksakan tanggal 25 Desember yang sama dengan hari kelahiran dewa-dewa bagi orang-orang pagan, bukankah hal tersebut mengisyaratkan bahwa Yesus harus diberhalakan??

Mari kita kaji hari kelahiran Yesus berdasarkan al-Qur?an dan Injil dan mari kita kaji pula hari kelahiran dewa-dewa yang diberhalakan oleh orang-orang pagan, agar kita tidak tertipu oleh orang yang mengatakan bahwa mem-peringati 25 Desember adalah untuk menghormati kelahiran nabi Isa as, sehingga ikut-ikutan merayakan yang sejatinya merayakan lahirnya berhala.

Hari Kelahiran Berhala-berhala

Sejak masa yang sangat awal orang-orang Romawi telah merayakan hari raya Saturnalia untuk menghormati dewa-dewa tumbuh-tumbuhan kuno yang pada waktu itu mereka mengadakan pertunjukan besar yang terdiri dari hadiah-hadiah, lilin-lilin, boneka-boneka?dari pemerintahan kaisar Aurelian yang memperkenalkan penyembahan matahari dalam karakter etis yang tinggi. Tanggal 25 Desember merupakan hari yang terkenal dari kalender mereka dan secara resmi digambarkan sebagai hari kelahiran Matahari Yang Tak Tertandingi.

Pada masa sebelum agama Kristen lahir, di kawasan Mediterania, 25 Desember merupakan hari yang sangat penting karena dianggap sebagai hari suci. Orang-orang kuno beranggapan bahwa 25 Desember adalah awal musim dingin di mana matahari memulai perjalanan tahunannya mengelilingi langit, oleh sebab itu tanggal 25 Desember merupakan hari kelahiran matahari yang dirayakan secara besar-besaran.

Banyak negara-negara pada waktu itu yang menjadikan matahari sebagai dewa sesembahan di antaranya : Cina, India, Persia, Mesir, Yunani, Roma, Jerman, Skandinavia, Inggris, Irlandia dan Amerika kuno. Mereka meyakini bahwa dewa matahari lahir pada tanggal 25 Desember, atau satu/dua hari sebelum/sesudah 25 Desember.

Dewa Mithra dilahirkan pada tanggal 25 Desember, dewa Isis dan Orisis dilahirkan pada hari ke 362, dan Horus serta Apollo pada hari ke 363, yang berarti minggu terakhir pada bulan Desember, dengan demikian tanggal 25 Desember merupaka hari lahirnya berbagai dewa matahari Mediterania .

Dewa Krisna anak dewa Wisnu juga lahir pada tanggal 25 Desember. Pendiri Budhaisme anak Mahasmatta juga lahir pada tanggal 25 Desember, Zoroaster anak tuhan akal juga lahir pada tanggal 25 Desember, dewa Baachus anak dewa Yupiter lahir tanggal 25 Desember. Jadi banyak dewa yang lahir pada tanggal 25 Desember.

Hari Kelahiran Yesus

Menurut Bible (1)

Ada kesulitan yang besar untuk mengetahui tanggal kelahiran Yesus secara tepat, karena Bible sepertinya bungkam terhadap hari kelahiran Yesus. Bible hanya mengisahkan peristiwa-peristiwa yang terjadi ketika Yesus lahir, di antaranya ada sensus penduduk oleh kaisar Agustus dan ada seorang gembala yang mengembalakan kambingnya di malam hari.

1 Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.

7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Injil Lukas 2:1,7,8

Menurut ahli sejarah, Kaisar Agustus mengadakan sensus jiwa sekitar tahun 6-5 SM(2) , dan pada saat itulah Yesus dilahirkan.

Pada ayat selanjutnya, digambarkan bahwa ketika Yesus lahir, para gembala sedang mengembalakan gembalaannya di malam hari, hal ini hanya bisa dilakukan pada musim kemarau dan itu berarti tidak mungkin pada bulan Desember, karena pada bulan Desember di Israel sedang berlangsung musim dingin dan salju.(3)

Menurut Al-Qur?an

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (besandar) pada pangkal pohon kurma,?.dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. QS. 19:23-25

Ketika Maryam hendak melahirkan, pohon kurma sedang berbuah masak yang biasanya terjadi pada musim kemarau (panas), jadi al-Qur?an mengisyaratkan bahwa nabi Isa as lahir pada musim kemarau yaitu antara bulan Agustus sampai September pada kalender Masehi, dan secara tidak langsung al-Qur?an menyangkal bila nabi Isa as dikatakan lahir pada bulan Desember.

Menurut Sumber-sumber lain

Clement dari Aleksandria seorang tokoh Kristen Basidilius meyakini bahwa Yesus lahir pada tanggal 24 atau 25 pada bulan yang dinamakan oleh orang mesir sebagai Pharmuthi yang sama dengan bulan Mei.

Sebuah Sekte Kristen menegaskan bahwa kelahiran Yesus tepat pada waktu Kaisar Agustus berusia 28 tahun pada tanggal 25 bulan Pachon yang sama dengan tanggal 20 Mei

Gereja juga memiliki buku kecil yang ditemukan di antara tulisan-tulisan orang-orang Cypria yang ditulis tahun 243 M, yang menyatakan kelahiran Yesus tertanggal 28 Maret .

J.M. Robertson mengatakan bahwa beberapa sekte, sungguh sangat lama telah menetapkan hari kelahiran Yesus pada tanggal 24 atau 25 April?.sementara yang lainnya menempatkannya pada tanggal 25 Mei, dan sebagian Gereja Timur selama berabad-abad menjadikan tanggal 26 Januari sebagai hari kelahiran Yesus.

Jadi tidak satu sumberpun baik Bible, Al-Qur?an, pendapat para ahli sejarah maupun adat Kristen awal yang mendukung bahwa kelahiran Yesus terjadi pada bulan Desember apalagi dengan menentukan tanggal 25.

KEGALAUAN UMAT KRISTEN

Dalam sebuah situs : http://www.PemudaKristen.com

Dimuat tulisan tentang 25 Desember :

Anak Sekolah Minggu yang kritis mungkin akan bertanya: Jika demikian kenapa kita tidak menghitung ulang atau mengikuti perhitungan Clemens, yaitu merayakan Natal pada tanggal 20 Mei saja ?

Perhitungan Clemens menyebutkan bahwa Yesus dilahirkan pada tanggal 20 Mei, namun itu pun belum pasti benar. Kenapa kita harus menggunakan tanggal yang kebenarannyapun masih diragukan?

Secara umum, sudah berlangsung selama berabad-abad, Natal dirayakan pada bulan Desember, tepatnya pada tanggal 25 Desember, kenapa kita harus menetapkan tanggal perayaan sendiri, yang lain daripada yang lain?

Jawaban seperti itu adalah jawaban yang lari dari permasalahan inti, karena permasalahan intinya adalah mengapa menentukan tanggal kelahiran Yesus sama seperti tanggal kelahiran berhala-berhala ?

Tentu jauh lebih baik dan aman dari kesyirikan bila menempatkan kelahiran Yesus seperti perhitungan Clement yang sangat mendekati tafsir kitab suci umat Kristen dan yang paling penting adalah tidak menyamakan kelahiran Yesus dengan kelahiran berhala.

Saat ini sudah jutaan umat Kristen yang menentang perayaan Natal pada tanggal 25 Desember, bahkan ada sekte Kristen -saksi Yehovah- yang tidak merayakan Natal karena menurut mereka Yesus tidak pernah mengajarkannya.

Bila bagi umat Kristen saja Perayaan Natal sangat bermaslaah, maka bagi umat Islam sangat tidak pantas latah ikut-ikutan merayakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran nabi Isa as walaupun dengan dalih untuk menghormarti nabi Isa as, karena hal tersebut justru melecehkan nabi Isa as yang menyamakan hari kelahirannya dengan hari kelahiran berhala, Nabi Isa as tidak lahir pada tanggal 25 Desember, tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran dewa matahari yang diberhalakan, peringatan 25 Desember adalah ritual keagamaan para penyembah berhala.

Semoga pengetahuan ini bermanfaat bagi kita semua. Amien.

note :

Saturnalia adalah festival pada bulan Desember oleh Romawi, mula-mula festival ini dirayakan pada tanggal 17 Desember, kemudian diperluas menjadi 7 hari lamanya hingga tanggal 25 Desember. Natal banyak dipengaruhi oleh festival Saturnalia ini. (Ensiklopedia Britanica)
(1) Kitab suci agama Kristen, di Indonesia dan negara-negara yang banyak dipengaruhi oleh bahasa Arab, Bible disebut sebagai Alkitab, namun saya pribadi lebih suka menyebutnya sebagai Bible supaya tidak bercampur baur dengan istilah dalam al-Qur?an yang banyak sekali menyebut kata al-Kitab yang dapat berarti Taurat, Zabur, Injil, dan al-Qur?an.
(2) Kebanyakan orang-orang Kristiani menganggap Yesus lahir pada tahun nol Masehi, padahal menurut ayat tersebut Yesus lahir pada tahun 6-5 sebelum Masehi. (Tafsir Injil Lukas)
(3) Israel terletak di sebelah utara garis khatulistiwa, hampir sejajar dengan Jepang, yang berarti bulan Desember adalah musim dingin.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.